Hadits Muhammad Saw

Membenci Bapak

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir. [HR Muslim]

Tanda Kekafiran

Hadis riwayat Abu Zar ra.:
Bahwa Ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Setiap orang yang mengaku keturunan dari selain ayahnya sendiri, padahal ia mengetahuinya, pastilah ia kafir (artinya mengingkari nikmat dan kebaikan, tidak memenuhi hak Allah dan hak ayahnya). Barang siapa yang mengakui sesuatu bukan miliknya, maka ia tidak termasuk golongan kami dan hendaknya ia mempersiapkan tempatnya di neraka. Barang siapa yang memanggil seseorang dengan kata kafir atau mengatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali pada dirinya [HR Muslim]

Memuliakan Tetangga dan Tamu

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. [HR Muslim]

Iman, Islam, dan Ihsan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit.

Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan.

Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.

Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah.

Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka [HR. Muslim]

Amalan Yang Mendekatkan Ke Syurga dan Menjaukan Neraka

Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
Bahwa Seorang badui menawarkan diri kepada Rasulullah saw. dalam perjalanan untuk memegang tali kekang unta beliau. Kemudian orang itu berkata: Wahai Rasulullah atau Ya Muhammad, beritahukan kepadaku apa yang dapat mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari neraka. Nabi saw. tidak segera menjawab. Beliau memandang para sahabat, seraya bersabda: Ia benar-benar mendapat petunjuk. Kemudian beliau bertanya kepada orang tersebut: Apa yang engkau tanyakan? Orang itu pun mengulangi perkataannya. Lalu Nabi saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat, menunaikan zakat dan menyambung tali persaudaraan. Sekarang, tinggalkanlah unta itu [HR. Muslim]

Hikmah Syahadat – 2

Hadis riwayat Itban bin Malik ra.:

Dari Mahmud bin Rabi` ia berkata: Aku datang ke Madinah dan bertemu Itban. Dan aku berkata: Aku mendengar cerita tentang engkau. Itban berkata: Mataku terkena suatu penyakit. Lalu aku menyuruh orang menghadap Rasulullah saw. untuk mengatakan kepada beliau bahwa aku ingin engkau (Rasulullah saw.) datang dan mengerjakan salat di rumahku, sehingga aku dapat menjadikannya sebagai mushalla. Nabi pun datang bersama beberapa orang sahabat beliau. Beliau masuk dan mengerjakan salat di rumahku. Sementara itu para sahabat saling berbincang di antara mereka. Mereka umumnya sedang membicarakan Malik bin Dukhsyum (artinya, mereka membicarakan sikap orang-orang munafik yang buruk, di antaranya Malik). Mereka ingin Rasulullah saw. berdoa agar Malik mendapat celaka. Mereka ingin ia tertimpa malapetaka. Ketika Rasulullah saw. selesai salat, beliau bertanya: Bukankah ia bersaksi: Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah? Para sahabat menjawab: Memang benar ia mengucapkan itu, tetapi itu tidak ada dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, tidak akan masuk neraka atau dimakan api neraka. [HR. Muslim]

Malu Adalah Cabang Iman

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman. [HR Muslim]

Kesempurnaan Iman

Dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘Ash ra berkata, Rasulullah saw bersabda: ‘Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk patuh mengikuti apa yang telah aku bawa”. (Hadits shahih yang diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Al Fath Nashr Ibnu Ibrahim al Maqdisy dengan sanad shahih)

Wasiat Rasulullah saw

Dari Abu Najih bin Al-Irbadh bin Sariyah ra, berkata, “Rasulullah saw telah memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan dapat mengucurkan air mata”.

Kami berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, seakan-akan ini nasihat perpisahan, karena itu berilah kami wasiat”.

“Beliau bersabda: “Aku berwasiat kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, serta mendengarkan dan taat meskipun yang memerintah kalian seorang budak. Sesungguhnya orang-orang yang masih hidup di antara kalian, niscaya akan menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang-teguhlah kepada sunahku dan sunah para Khulafaur-Rasyiddin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham kamu (berpegang teguh dengannya dan jangan dilepaskan sunah-sunah itu). Dan hindarilah hal-hal yang baru (dalam soal agama), karena semua yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan dia mengatakan bahwa ini adalah hasan shahih)

Perbuatan Baik Menghapuskan Keburukan

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdur-Rahman Mu’adz bin Jabal ra, menerangkan, Rasulullah saw bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, mudah-mudahan yang baik itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata, “Ini adalah hadits hasan” dan di sebagian kitab disebutkan sebagai hadits hasan shahih).

Perkara yang Tidak Berguna

Dari Abu Hurairah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Diantara (tanda) kebaikan ke-Islaman seseorang itu adalah ia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya”. (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya)

Perkara yang Meragukan

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, cucu kesayangan Rasulullah saw, berkata: “Aku telah hafal sabda Rasulullah saw: ‘Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu”. (HR. Tirmidzi dan Nasa’i, Tirmidzi berkata, “ini adalah hadits hasan shahih”)

Bergantung Hanya Kepada Allah

Dari Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra berkata, Suatu hari aku sedang berada di belakang Rasulullah saw (di atas binatang tunggangannya), lalu beliau bersabda: “Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, maka Dia akan menjagamu; jagalah (kehormatan) Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya bersamamu; Bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepada-Nya semata; Bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah semata. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfa’at bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfa’at kepadamu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah kepadamu. Begitu juga seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang merugikanmu, maka mereka tidak akan bisa merugikanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu. Pena-pena telah diangkat (tulisan) dan lembaran-lembaran telah mengering tintanya (buku catatan)”. (HR. Tirmidzi dan ia menyatakan sebagai hadits hasan shahih).

Menurut riwayat selain Tirmidzi dijelaskan, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan bersama-Nya. Kenalilah Allah dalam kesenangan, niscaya Dia mengenalimu dalam kesempitan. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan mushibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu. Ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagiaan beserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudahan.

Cara Bershalawat Kepada Nabi

Diriwayatkan dari Ka’b bin Ujrah: seseorang berkata, “ya Rasulullah! kami telah mengetahui bagaimana memberi salam kepadamu, tetapi bagaimanakah cara memberi shalawat kepadamu?”.

Nabi Saw bersabda, “Katakan: Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. ya Allah berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau berikan berkah kepada keluarga Ibrahim. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia”.

(Allahumma shalli ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shalaita ‘ala aali ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, innaka hamiidum majiid.)
[HR Bukhari]

Jibril Mengajarkan Hakekat Agama

Umar bin Khathab ra berkata: Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dalam majelis bersama Rasulullah saw, tiba-tiba mucul kepada kami di dalam majelis itu seorang laki-laki yang berpakaian serba putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya, lalu ia segera duduk di hadapan Rasulullah saw, lalu lututnya disandarkan kepada kedua lutut Rasulullah saw serta meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Rasulullah saw, kemudian ia berkata:

Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam?” Rasulullah saw menjawab: “Islam adalah engkau bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya”. Lelaki itu berkata: “Engkau benar”. (Berkata Umar ra: Kami merasa heran kepada tingkah laku sipemuda itu, ia yang bertanya dan ia pula yang membenarkannya).

Kemudian ia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman? Rasulullah menjawab: “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya, Hari Akhir dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir Allah yang baik dan yang buruk. Ia berkata: “Engkau benar”.

Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Ihsan?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Allah senantiasa melihatmu.

Lelaki itu berkata lagi: “Beritahukan kepadaku tentang kapan terjadinya kiamat?” Rasulullah menjawab: “Yang ditanya tidaklah lebih tahu itu dari pada yang bertanya”.

Diapun bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya?” Rasulullah menjawab: “Apabila hamba perempuan melahirkan tuannya; Apabila engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tidak berpakaian (miskin papa), serta penggembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Akupun terdiam sehingga Rasulullah bertanya kepadaku: “Wahai Umar, tahukan engkau siapa yang bertanya tadi? Aku menjawab: “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”.

Rasulullah bersabda: “Ia adalah Jibril as yang mengajarkan kalian tentang agama kalian”. (HR. Muslim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s